Panglima Kodam IV Diponegoro Tekankan Jajaran TNI Jaga Netralitas Jelang Pemilu 2024

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) diminta menjaga netralitas guna berlangsungnya pemilihan yang adil di masyarakat.

Nasional, Hariannusra.com  - Menjelang Pemilu pada 14 Februari mendatang, Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayjen Widi Prasetijono,  menyampaikan lima poin penting yang harus dipatuhi jajaran selama praPemilu. 


"Saya ingatkan bagi jajaran TNI di indonesia pada umumnya agar selalu menjaga netralitas, jamin kemanana dan kawal hak suara rakyat agar tepat sasaran pada Pemilu 2024 mendatang," ucapnya, Senin (3/7/2023).


Dikatakan Panglima Widi, TNI hrus netral, artinya tidak memihak dan tidak memberi dukungan kepada partai politik manapun beserta paslon yang diusung serta tidak melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis


TNI juga dilarang keras memberikan fasilitas tempat/sarana dan prasarana pribadi, apalagi yang diketahui milik TNI sendiri.


"Kita haramkan jika ada anggota yang memberikan fasilitas milik TNI kepada paslon dan parpol untuk digunakan sebagai sarana kampanyenya," tegasnya.


Ia menggaris bawah, keluarga prajurit TNI yang memiliki hak pilih, hak individu selaku warga negara, dilarang memberikan arahan dalam menentukan hak pilih bagi masyarakat.


"Utamanya agar setiap anggota TNI juga tidak ikut memberikan tanggapan, komentar dan mengupload apapun tentang hasil quick count sementara yang dikeluarkan oleh lembaga survey saat ini," katanya.


TNI juga dalam hal ini dilarang berfoto/selfie dengan menggunakan simbol jari sehingga bisa ditafsirkan sebagai bentuk dukungan ke Pasangan Calon.


"Kita akan tindak tegas prajurit TNI dan PNS yang terbukti politik praktis, memihak dan memberikan dukungan partai politik beserta paslon yang diusung," Tandas Panglima Widi. (***)

PT. Dafy Medi Nusra